Mertua
Nak, meski belum bertemu. Ibu sudah tahu banyak tentang mu, Anak lelaki ku sering bercerita tentang wanita yo di cintainya. Katanya Kau sungguh anggun, hingga senyumnya membuat terkesima. Dari bercerita jelas, terpancar bagaimana putraku sangat mencintaimu
Katanya, kau merasa malu untuk datang ke rumah kami ya? kata nya juga kau selalu khawatir tidak di terima di keluarga, ya? Tolong jangan berpikir seperti itu. nanti ketika kau datang ibu akan selalu menjadi sosok yang ramah dan berusaha jadi mertua harapan. Kita perlu saling memahami, ya nak?
Ibu sebenarnya sering merasa khawatir andai setelah menikah nanti, Putraku satu satunya menjadi tidak peduli lagi.
Namun, setelah mengetahui bagaimana karaktermu, ibu yakın kau tak kan pernah merebut putraku satu satu nya. Kau justru mengingatkan agar ia tetap taat, bukan?
sekali lagi, kita hanya perlu saling memahami, ya? Tolong kau jangan cemburu ketika ia mencurahkan hati nya dan perhatianya untuk ibu. Begitu pun ibu akan melakukan hal yg sama.
Nak, jika nanti kau dengan putra ku benar-benar berjodoh, Ibu berjanji tidak akan terlalu mengurusi rumah tangga kalian, sebab ibu tahu kalau sudah sama sama dewasa dan alangkah baik menyelesaikan masalah berdua. Andai kan dimintai nasihat, ibu pasti akan berusaha memberikan kalimat yg bijak.
Sebagai orang tua yg berbeda generasi denganmu, kita pasti akan menuai banyak perbedaan. Tidak apa apa, ya? maaf andai ibu sedikit Kolot. Jika tidak suka dengan tindakan ku, tolong sampai kan saja dengan lembut, ya.
Nak, ketahuilah bahwa apapun yg menjadi pilihan putraku Satu- Satu nya sudah pasti ku dukung penuh, seperti hal nya jodoh, Ketika ia memperkenal kan mu sebagai calon istri, ibu turut senang Apalagi ketika putra Ku bilang kau adalah perempuan yg baik, tentu saja langsung kurestui. Kukatakan agar kamu segera di bawa Kerumah
ibu hanya berpesan tolong cintai putra ku satu-satunya dengan tulus dan temani ia dalam kondisi apapun ya?
Kau tidak perlu khawatir. Ibu mau menjadi orang kedua setelah orang tua mu