Yang Jatuh Suka
Aku tak pernah benar-benar paham, kenapa beberapa rasa datang tanpa peringatan. la tak mengetuk pintu, tak memberi aba-aba. Tahu-tahu hadir, menetap, dan membuat segalanya jadi berbeda. Bukan cinta, aku belum tahu sejauh itu. Tapi ada sesuatu yang tumbuh, perlahan, dari cara mataku diam-diam mencari siluetmu di antara keramaian. Dari cara pikiranku mengulang-ulang detik-detik biasa yang menjadi luar biasa hanya karena kamu ada di dalamnya. Di hadapanmu, aku tidak punya banyak kuasa atas diriku sendiri. Kata-kata yang biasanya bisa kususun dengan mudah, mendadak hilang. Daya yang biasanya kupakai untuk menjaga jarak, luruh begitu saja. Bahkan mataku pun tak tahu harus ke mana saat tanpa sengaja bertemu dengan tatapanmu. Ada sesuatu yang membuatku diam, membeku sejenak, seperti sedang menatap sesuatu yang tak seharusnya terlalu lama kulihat. Tapi tetap saja, aku menatap. Aku pernah berpikir bahwa menyukai seseorang itu selalu disertai harapan. Tapi untukmu, entah kenapa... tidak. Aku tid...